Mengenal Sapi Shorthorn, Sapi Pedaging dan Penghasil Susu Asal Eropa

Salah satu jenis sapi yang banyak dipelihara di Indonesia untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya adalah sapi Shorthorn. Sapi yang satu ini memang dikenal memiliki dwifungsi yaitu sebagai penghasil susu dan daging.

Shorthorn berasal dari Inggris namun mulai populer dan banyak dikenal ketika dibudidayakan di Amerika. Sapi yang satu ini dianggap sebagai jenis unggulan sehingga banyak dikawinkan atau cross breeding dengan jenis lainnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gen unggul dan kelebihan lainnya.

Ciri dan Karakter Sapi Shorthorn

Sapi Shorthorn merupakan keturunan Bos Taurus dari Eropa yang mulai dikembangkan di Virginia pada tahun 1783. Shorthorn merupakan hasil persilangan dari sapi Eropa dan Asia khususnya sapi Bali dan Eropa.

Persilangan ini menghasilkan spesies terbaik dalam dua aspek utamanya yaitu penghasil susu dan daging. Berikut ini adalah karakteristik Shorthorn yang bisa Anda pelajari, diantaranya adalah :

1. Bentuk Tubuh

Sapi ini memiliki bentuk tubuh yang kompak dengan bahu lebar dan dada yang bidang. Pinggangnya sangat lebar dengan garis punggung yang lurus mulai leher hingga ekornya. Tulang rusuknya berbentuk melengkung dan lebar.

Kepala sapi ini cukup pendek namun memiliki dahi yang lebar. Kulitnya berwarna merah tua hingga putih. Kulitnya sangat tebal dan berukuran sekitar 7 – 8 mm. Ujung telinganya berbentuk bulat dan tumpul.

Shorthorn jantan dewasa bisa mencapai berat 1100 kg sedangkan betinanya hanya maksimal 850 kg. Pedet Shorthorn memang cukup kecil pada awalnya. Namun, sapi ini memiliki tingkat pertumbuhan yang pesat sehingga bisa mencapai ukuran yang cukup besar pada usia tertentu.

Shorthorn memiliki bulu panjang dan terasa kasar. Kakinya pendek dan lambat dalam berpindah tempat. Ditambah lagi bobotnya yang sangat besar menjadi sapi ini seakan tidak banyak bergerak.

2. Tanduk dan Punuk

Sapi yang satu ini tidak memiliki punuk. Punggungnya lurus mulai dari kepala hingga ekor. Sapi Shorthorn memiliki tanduk pendek yang mengarah ke samping dengan ujung mengarah ke depan. Namun ada pula yang tidak memiliki tanduk.

3. Karakter

Sapi yang satu ini memiliki karakter yang baik. Mereka cukup jinak dan tidak temperamen. Itulah mengapa Shorthorn merupakan jenis sapi yang sangat cocok untuk dijadikan hewan ternak.

4. Tingkat Kesuburan

Shorthorn memiliki tingkat kesuburan tinggi. Sapi ini mulai tumbuh dewasa pada usia 4 tahun dan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.

5. Masa Produktif

Sebagai hewan ternak yang diambil susunya, produksi susu pada sapi jenis Shorthorn sangat melimpah. Pada awalnya, sapi Shorthorn memang dikhususkan sebagai sapi perah.

Namun, seiring berkembangnya jaman, Shorthorn banyak disilangkan untuk mendapatkan kualitas daging lebih banyak. Sapi ini merupakan jenis sapi pedaging karena memiliki daging yang tebal dan kuat. serta timbunan lemak yang cukup tebal.

6. Kemampuan Beradaptasi

Shorthorn sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Namun sayangnya, sapi ini kurang kuat berada di lingkungan yang terlalu tinggi. Mereka akan banyak mengonsumsi air dan menyebabkan struktur kotoran menjadi basah.

7. Kebutuhan Pakan

Pakan yang dibutuhkan oleh hewan herbivora ini seluruhnya adalah tumbuhan. Mereka membutuhkan protein nabati seperti rumput gajah dan benggala. Selain itu, sapi ini juga bisa mengonsumsi konsentrat dan limbah pertanian seperti jerami.

Itulah 7 ciri dan karakter sapi Shorthorn yang perlu Anda ketahui. Sapi ini sudah banyak dipelihara oleh peternak Indonesia. Selain hasil dagingnya yang bagus dan berkualitas, hasil susunya pun baik dan melimpah. Sapi ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tinggi.

Leave a Reply

0
Scroll to Top