Budidaya Kambing Peranakan Etawa yang Sukses dan Menguntungkan

Salah satu jenis kambing ternakan yang cocok untuk dipelihara adalah kambing peranakan Etawa (PE). Pasalnya, kambing ini memiliki kelebihan tersendiri dan permintaan pasar yang sangat tinggi.

Proses perawatannya pun sangat mudah sekali dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Selain dijual, kambing ini pun mampu menghasilkan susu meski dalam jumlah yang masih terbatas. Bagi Anda yang ingin mengetahui cara memeliharanya, silahkan simak info berikut ini.

Ciri-Ciri Kambing Peranakan Etawa

Kambing peranakan Etawa adalah hasil persilangan antara kambing kacang lokal dengan kambing Etawa. Kambing ini memiliki warna bulu campuran yang didapatkan dari kedua induknya. Warna rambut khas hitam atau coklat terdapat di sekitar kepala dan leher. Sedangkan seluruh tubuhnya berwarna putih.

Peranakan Etawa memiliki tinggi badang sekitar 120 cm dengan bobot antara 25 sampai 100 kg. Postur tubuhnya terbilang besar dengan telinga panjang, muka cembung dan bulu paha yang memanjang. Pada kambing PE jantan, ada jambul di dahi dan hidung khusus.

Kambing ini memiliki ketahanan tubuh yang baik untuk hidup di lingkungan yang kurang menguntungkan. Mereka bahkan mampu menghasilkan susu sekitar 3 liter per hari. Tekstur susunya lebih lembut dan berlemak dibandingkan dengan susu sapi.

Cara Beternak Kambing Peranakan Etawa

Bagi Anda yang ingin beternak kambing peranakan Etawa, berikut ini adalah beberapa tata cara yang harus diikuti. Diantaranya adalah :

1. Memilih Bibit Unggul

Ciri bibit kambing PE jantan yang unggul adalah memiliki garis punggung yang lurus, posturnya besar dan kokoh, fisiknya bersih dari penyakit dan cacat. Selain itu, induk PE harus sudah berusia lebih dari 1,5 tahun.

Sedangkan untuk induk PE betina yang unggul memiliki ciri yaitu tubuhnya proporsional, bentuk kaki lurus, jinak, dan memiliki dua puting yang kenyal. Induk betina juga harus bebas dari penyakit.

2. Mempersiapkan Kandang yang Tepat

Syarat utama dari sebuah kandang PE yang tepat adalah kebersihan, sirkulasi udara dan mendapat sinar matahari yang cukup. Berikut ini adalah cara membuatnya, yaitu :

  • Buat kandang di sekitar rumah dengan jarak minimal 10 meter dari rumah
  • Buat kandang model panggung untuk memudahkan dalam membersihkan kotoran
  • Wadah pakan harus dibuat setinggi bahu kambing
  • Jangan menempatkan kambing jantan dan betina dalam satu kandang
  • Pastikan sinar matahari mencukupi namun tetap terlindungi dari udara malam

3. Memberikan Pakan Berkualitas

Pakan yang paling tepat untuk kambing peranakan Etawa adalah kombinasi pakan hijau dan pakan konsentrat. Anda bisa memberikan campuran daun nangka, mahoni, rumput odot yang dicampur dengan konsentrat.

4. Proses Perawatan

Merawat kambing PE sebenarnya sangat mudah. Yang terpenting adalah memberikan pakan berkualitas dengan tepat waktu. Berikan pakan pada pagi dan sore hari. Selain itu, Anda juga harus mencukur bulu, memotong kuku, memandikan dan lain sebagainya.

Jangan lupa untuk selalu membersihkan kandang terutama mengambil kotoran kambing. Kandang harus selalu dalam kondisi bersih supaya bakteri, penyakit dan kuman tidak datang menyerang.

5. Produksi Kambing PE

Kambing PE melahirkan anak sebanyak 1 – 3 kali dalam 2 tahun. Dalam sekali kelahiran, mereka bisa melahirkan 1 – 3 anak. Kambing PE mulai masa kawin sejak usia 6 bulan. Mereka cukup produktif dan akan kawin sekitar 2-3 minggu sekali.

Demikianlah beberapa ciri kambing peranakan Etawa dan cara merawatnya. Kambing ini bisa dikatakan sebagai kambing dwifungsi karena bisa diambil daging dan susunya. Kualitas daging dan susu kambing PE sangat bagus dan bernilai jual tinggi.

Leave a Reply

0
Scroll to Top