Kambing Jawa Randu, Kambing Peranakan Penghasil Daging Berkualitas

Bagi Anda yang berkecimpung dengan dunia ternak, pasti pernah mendengar salah satu jenis kambing unggulan ini. Ya, kambing Jawa Randu adalah salah satu jenis kambing hasil persilangan kambing Etawa dengan kambing jawa.

Kambing ini mempunyai nilai jual yang cukup tinggi di pasar hewan. Sebagai sama-sama hasil persilangan Etawa dan kambing jawa, postur tubuh Jawa Randu tidak sebesar kambing peranakan Etawa. Namun, Jawa Randu juga mampu menghasilkan susu dan daging berkualitas tinggi.

Ciri-ciri dan Karakter Kambing Jawa Randu

Secara genetika, kambing Jawa Randu memang cenderung menunjukkan kemiripan dengan kambing Jawa baik dari segi postur dan karakternya. Berikut ini adalah ciri-ciri Jawa Randu yang bisa Anda pelajari. Diantaranya adalah:

1. Postur Tubuh

Kambing ini memiliki postur tubuh setinggi 65 cm pada kambing yang sudah dewasa. Ukurannya memang cukup kecil dari pada kambing Etawa namun masih lebih besar dari pada kambing Jawa kacang. Berat badannya mencapai 20 – 30 kg untuk ukuran dewasa.

Kambing ini memiliki bentuk wajah yang unik yaitu moncongnya lancip. Telinganya cukup lebar dan terurai. Ada beberapa bagian telinga Jawa Randu yang berukuran panjang namun tidak terlipat rapi seperti kambing Etawa.

Warna kambing ini cukup bervariasi yaitu ada yang hitam, coklat, coklat tua, coklat belang putih, sawo matang ataupun kombinasinya. Munculnya warna bulu ini tergantung dari dominasi gen induk kambingnya.

Suara Jawa Randu cenderung sangat keras. Mereka bisa mengembik dengan suara yang melengking dan panjang. Apalagi jika jumlah ternakan kambing ini lumayan banyak, suara yang ditimbulkan bisa membuat gaduh dan ramai.

2. Cenderung Liar

Meskipun jenis ini merupakan salah satu keturunan kambing Etawa, namun Jawa Randu nampaknya lebih didominasi oleh karakter kambing Jawa. Terlebih dalam cara hidupnya yang lebih mirip kambing Jawa.

Mereka lebih suka hidup dengan cara digembalakan di rerumputan liar dan mencari makan sendiri seperti layaknya seekor domba. Hewan ternak ini tidak hanya memakan rumput saja, namun juga bisa mengonsumsi dedaunan.

Kambing jenis ini memiliki kemampuan bergerak yang cepat. Mereka bisa berpindah dan berjalan dengan gesit dan cepat. Mereka cukup lincah terutama jika berada di padang penggembalaan yang luas.

3. Tahan dalam Cuaca Panas

Karena memiliki gen kambing Jawa lebih besar, Jawa Randu lebih tahan hidup di daerah panas dibandingkan dengan kambing Etawa. Itulah mengapa kambing ini banyak ditemui di daerah Pantura.

4. Hasil Ternak

Kambing Jawa Randu merupakan salah satu ternakan penghasil daging berkualitas terbaik. Mereka sebenarnya juga bisa menghasilkan susu namun tidak maksimal seperti kambing perah lainnya.

Kualitas daging Jawa Randu sangat baik karena komposisi karkasnya yang besar. Semakin besar ukuran tubuh kambing, semakin besar pula komposisi dagingnya. Selain itu, daging Jawa Randu cukup empuk, khas, dan lebih nikmat.

Jenis kambing ini lebih disukai oleh masyarakat karena selain dagingnya yang lebih nikmat, harganya juga tidak setinggi kambing pedaging lainnya. Inilah salah satu alasan mengapa Jawa Randu cukup laris di pasaran.

5. Membutuhkan Kandang yang Bersih

Karena sifatnya yang lebih suka diternakkan dengan cara gembala, kandang kambing ini pun berbeda dengan kandang kambing Etawa atau peranakan Etawa. Kandangnya tidak harus berbentuk panggung. Yang terpenting kandangnya harus selalu bersih.

Itulah beberapa ciri dan hal penting tentang kambing Jawa Randu yang perlu Anda ketahui. Kambing ini menjadi salah satu ternakan penting yang mengisi kebutuhan daging masyarakat. Kualitas daging bagus, mudah beranak dan harga terjangkau menjadi daya tarik kambing peranakan ini.

Leave a Reply

0
Scroll to Top