Inilah! 5 Jenis Ular Yang Memiliki Bisa Racun Paling Mematikan!

1. Ular Derik

Ular Derik mempunyai ciri khas ekor yang terdiri dari beberapa segmen yang bisa menimbulkan suara keras berupa getaran. Memiliki nama latin Krotalon semua jenis ular derik hanya bisa ditemukan di daratan Amerika. Biasa ditemukan ditempat yang kering seperti gurun dan padang rumput yang kering. Kawanan ular ini biasa bersarang di bawah batu besar dan di tanaman sekitar padang rumput. Biasa memangsa tikus, tupai, ayam dan jenis makanan ular pada umumnya.

Hasil gambar untuk ular derik hd
image via wallpaperbetter.com

Ular derik mempunyai gigi yang sangat kuat di setiap rahang. Setiap berganti kulit mereka akan menghasilkan ruas derik yang baru. Mereka akan menyerang musuhnya apabila dalam keadaan posisi terancam saja. Menyerang dengan cara memberi sinyal menggetarkan ekornya posisi badan membentuk huruf S lalu menggigit korban dengan cara mengeluarkan bisa racun yang terdapat pada taring giginya.

2. Kobra Filipina
Hasil gambar untuk kobra filipina hd
image via twitter.com

Kobra Filipina merupakan ular yang memiliki bentuk tubuh gempal dengan panjang yang sedang dan tulang rusuk leher rahim yang dapat mengembang. Spesies ular kobra ini dapat tumbuh berkembang hingga mempunyai panjang 1.6 meter. Jenis kobra ini banyak di temukan di kawasan Filipina Utara. Habitat ular kobra ini biasanya senang mendiami tempat berupa dataran rendah dan kawasan hutan.

Kobra Filipina salah satu jenis yang sangat sekali menyukai air maka dari itu jenis ini seringkali membuat sarang disekitar yang ada terdapat genangan air seperti sungai, danau, rawa dan kolam. Kobra jenis ini akan menyerang musuhnya dengan cara mengandalkan bisa racunnya. Di dalam bisa racun terdapat zat racun yang bernama postsynaptic yang bisa menimbulkan kerusakan pada saraf pernapasan bahkan sampai kematian apabila tidak cepat ditangani.

3. Ular Laut Belcher
Hasil gambar untuk ular laut belcher
image via inews.id

Ular laut belcher memiliki nama latin Hydrophis Belcheri spesies ular laut yang tersebar luas di perairan Samudera Hindia Pasifik hingga perairan Australia. Nama belcher diambil dari salah satu kolektor spesimen holotype dari ular ini. Jenis ular ini relatif berukuran sedang panjang tubuhnya hanya sekitar 0.5-1 meter. Jika ular ini sedang berada tidak di air warnanya akan berubah menjadi kuning samar.

4. Weling
Hasil gambar untuk ular weling hd
image via lifestyle.kompas.com

Weling memiliki nama latin Bungarus Candidus spesies endemik yang berasal dari Asia Tenggara. Dalam bahasa Indonesia weling itu artinya belang. Ular ini masih satu keluarga dengan ular welang di Jawa Barat biasa disebut ular warakas. Weling hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai ketinggian 1.200 meter dpl. Biasa berkeliaran pada umumnya di hutan, rawa, hutan mangrove, padang rumput kering, pinggiran sungai, perkebunan dan lahar pertanian.

Ular satu ini aktif mencari makan pada malam hari biasa memangsa ular yang lebih kecil dibawahnya, tikus, katak, kadal dan lain-lain. Dalam sekali bertelur ular ini dapat menghasilkan telur 4-10. Bisa racun yang dihasilkan ular ini sangat mematikan bahkan lebih berbahaya dari seekor king kobra. Bisa racun ular weling mengandung neurotoxin yang artinya akan menyerang bagian saraf yang dapat mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.

Gejala awal yang dirasakan terkena gigitannya akan merasa mual, pusing dan kesulitan bernafas. Apabila tidak segera dibawa ke pertolongan medis dalam kurun waktu 12-24 jam dipastikan akan mengakibatkan kematian. Dimana ada kasus seorang balita berumur 4 tahun di Cirebon setelah orang tuanya mengetahui balita tersebut digigit ular weling orang tuanya pun membawa sesegera mungkin balita tersebut ke rumah sakit. Namun takdir berkata lain balita bernama Adila menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami koma selama 5 hari setelah digigit ular weling.

5. Mamba Hitam/Black Mamba
Hasil gambar untuk black mamba hd
image via wallpapercave.com

Ular black mamba mempunyai nama latin Dendroaspis Polylepis sebuah spesies ular endemik yang berasal dari Benua Afrika. Ular ini terkenal akan kecepatannya dalam bergerak. Mendapat predikat sebagai ular berbisa terpanjang kedua setelah ular lanang pada urutan pertama. Tersebar luas di seluruh kawasan benua Afrika meliputi gurun sahara. Biasa bersarang di celah bebatuan, gundukan rayap, batang pohon tumbang, dan sarang terbengkalai.

Nah itulah contoh jenis ular berbisa mematikan, semoga dengan artikel ini bisa menambah pengetahuan teman-teman semua khususnya tentang ular berbisa mematikan. Saya ucapkan terima kasih karena telah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini. Jangan pernah bosan membaca yah! semoga bermanfaat.

(Giovani/dari berbagai sumber)

Leave a Reply

0
Scroll to Top