Pengendalian Hama Kumbang Perusak Janur Kelapa Brontispa Longissima Gestro

Sebagai salah satu komoditi andalan Indonesia, kelapa tidak luput dari serangan berbagai macam hama tanaman pengganggu hingga perusak seperti Brontispa Longissima Gestro. Banyak upaya yang telah dilakukan dalam rangka pengendalian hama kumbang perusak janur kelapa Brontispa Longissima Gestro ini.

Hama yang satu ini tumbuh, berkembang dan memakan pucuk tanaman kelapa muda. Akibatnya, banyak tanaman kelapa yang mati di usianya yang masih dini.

Cara Pengendalian Hama Kumbang Perusak Janur Kelapa

Brontispa Longissima Gestro mulai diketahui sejak tahun 1885 dan awal mula munculnya di sekitar Kepulauan Aru. Belakangan, hama ini mulai menyebar ke pulau lain seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga Papua.

Brontispa Longissima Gestro adalah sejenis kumbang yang merusak pucuk tanaman kelapa mulai dari tanaman muda hingga yang sudah tua. Kumbang ini akan mengakibatkan pohon kelapa tidak berbuah maksimal hingga menyebabkan kematian.

Kumbang Brontispa Longissima Gestro memiliki siklus hidup yang cukup cepat yaitu sekitar 1-2 bulan dari telur hingga menjadi kumbang dewasa. Jenis kumbang dewasa dapat hidup selama 3 bulan dan betinanya mampu menghasilkan sebanyak 50 – 117 butir setiap bertelur.

Mulanya, pengendalian hama kumbang perusak janur kelapa Brontispa Longissima Gestro dilakukan dengan bantuan pestisida. Namun, hal ini segera dihentikan karena berpotensi merusak lingkungan sekitar.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati tanaman kelapa yang sudah diserang Brontispa Longissima Gestro, yaitu :

1. Kultur Teknis

Kumbang Brontispa Longissima Gestro akan menyerang tanaman kelapa jika kebun tidak dipelihara dengan baik. Karena itu, pemupukan, penyiraman, pengelolaan air harus dilakukan dengan rutin, tepat dan benar.

2. Cara Mekanis

Ini adalah cara pengendalian hama tanaman kelapa yang mudah dan murah namun terkadang sedikit sulit dilakukan. Caranya adalah dengan memotong, membuang dan membakar bagian janur kelapa yang terserang Brontispa Longissima Gestro.

Sayangnya, cara ini hanya efektif dilakukan untuk pohon kelapa yang masih kecil atau terjangkau. Sedangkan untuk pohon yang sudah tua dan tinggi, akan sangat sulit melakukannya.

3. Menggunakan Parasitoid

Parasitoid adalah organisme yang hidup di tubuh inang dan mengambil sebagian besar makanan sehingga inang akan mati. Dalam hal serangan kumbang Brontispa Longissima Gestro, penggunaan parasitoid juga menjadi salah satu alternatif.

Parasitoid untuk pengendalian hama kumbang perusak janur kelapa Brontispa Longissima Gestro yang terbaik adalah Tetrastichus brontispae. Parasitoid ini akan menyerang kumbang dan menyerap makanan dalam tubuhnya.

4. Menggunakan Predator

Selain parasitoid, Brontispa Longissima Gestro juga bisa dilawan dengan hewan predator. Yang bisa berfungsi sebagai predator kumbang perusak ini adalah Chelisoches morio atau yang dikenal dengan nama Cocopet.

Cocopet yang dilepaskan pada tanaman kelapa yang terinfeksi Brontispa Longissima Gestro akan memburu dan memakannya. Tidak hanya kumbang dewasa, mulai dari telur, larva hingga pupa pun akan menjadi makanan cocopet.

5. Bantuan Cendawan

Penyemprotan cendawan atau jamur Metarhizium juga dinilai mampu mengurangi serangan Brontispa Longissima Gestro pada pucuk janur kelapa. Jamur ini membuat kumbang enggan memakan pucuk janur dan meninggalkan tempat tersebut.

6. Metode Karantina

Daerah yang positif terserang hama Brontispa Longissima Gestro sebaiknya segera dikarantina dan hasil janurnya tidak dipergunakan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya penyebaran hama kumbang ini dapat dicegah sejak dini dan tidak sampai menyebar ke tempat lain.

Itulah enam langkah pengendalian hama kumbang perusak janur kelapa Brontispa Longissima Gestro yang bisa dilakukan saat ini. Jika keenam cara ini dinilai kurang efektif membasmi kumbang Brontispa Longissima Gestro, maka bisa menggunakan pestisida.

Dengan catatan, pestisida diaplikasikan langsung pada tanaman dengan cara disuntikkan sehingga tidak memberikan dampak buruk dan merusak lingkungan.

Leave a Reply

0
Scroll to Top