Mengenal Asal-usul dan Ciri-ciri Sapi Santa Gertrudis

Pada tahun 1973, salah satu jenis sapi terbaik masuk ke Indonesia yaitu sapi Santa Gertrudis. Sapi ini merupakan jenis sapi hasil cross breeding antara sapi Brahman jantan dengan sapi Shorthorn betina.

Santa Gertrudis menjadi salah satu jenis sapi pedaging unggulan yang banyak dikembangkan dan dipelihara di berbagai penjuru dunia. Ingin tahu lebih banyak tentang sapi ini? Yuk simak informasi singkat berikut ini.

Asal Mula Sapi Santa Gertrudis

Sapi Santa Gertrudis dikembangkan oleh sebuah peternakan bernama King Ranch. Peternakan ini berlokasi di daerah Texas Selatan. Di King Ranch, sapi Brahman dan Shorthorn disilangkan untuk menghasilkan Santa Gertrudis setelah tahun 1918an.

Pada tahun 1918an, peternakan King Ranch membeli 52 ekor lembu untuk disilangkan dengan 2500 sapi Shorthorn. Mengapa menggunakan lembu? Karena diketahui belum ada jenis sapi Brahman atau Bos Indicus lain yang ada di Amerika pada saat itu.

Pada tahun 1940, peternakan ini mulai mendapatkan sapi Brahman yang kemudian dikawinkan dengan sapi Shorthorn mereka. Inilah asal usul munculnya sapi Santa Gertrudis. Pada tahun ini pula, jenis Santa Gertrudis mulai diakui oleh Pemerintah setempat.

Peternakan jenis sapi ini mulai mendunia karena kualitas dan kemampuan jenis sapi ini. Mereka dipercaya mampu hidup dan bertahan dengan baik di kondisi alam yang keras. Pada tahun 1951, sapi-sapi ini mulai diekspor ke luar Texas.

Negara pertama yang menerima Santa Gertrudis saat itu adalah Australia. Australia telah menjadi sasaran klasifikasi dan inspeksi oleh asosiasi Santa Gertrudis untuk pengembangan jenis cross breeding ini.

Ciri-ciri Sapi Santa Gertrudis

Populasi sapi Santa Gertrudis sudah sangat banyak dan melimpah. Belakangan ini, diketahui jumlah jenis sapi tersebut sekitar 11.500 sapi di wilayah Amerika Serikat. Jumlah ini belum mencakup tempat lain yang juga menjadi pusat pengembangan Santa Gertrudis.

Setelah mengetahui peta persebarannya, berikut ini akan kita pelajari tentang ciri dan karakter Santa Gertrudis. Diantaranya adalah :

1. Bentuk Tubuh

Santa Gertrudis memiliki bentuk tubuh lebih rata dan padat daripada induknya yaitu Brahman. Mereka memiliki tanduk serta gelambir di bagian bawah leher. Telinganya rendah dan tebal terletak di kepala yang lebar dengan dahi agak berlekuk. Bentuk mukanya lurus.

Secara keseluruhan, postur tubuh sapi ini terbilang besar dan padat. Punggungnya lebar dengan dada diselimuti daging tebal. Santa Gertrudis bisa tumbuh besar hingga mencapai bobot 900 kg untuk jenis jantan dan 725 kg untuk betinanya.

2. Warna Tubuh

Santa Gertrudis memiliki warna bulu coklat kemerahan yang pendek dan halus. Beberapa diantaranya juga ada yang berwarna merah tua.

3. Karakter

Sapi ini memiliki kemampuan yang baik dalam beradaptasi. Mereka cukup toleran terhadap kondisi panas. Namun, sapi pedaging ini memiliki sifat yang agak lemah yaitu mudah gugup dan stress.

Kondisi ini akan berpengaruh pada proses pertumbuhannya. Tidak sedikit Santa Gertrudis yang mengalami stress akan melambat proses pertumbuhannya. Selain itu, tingkat efisiensinya pun akan mengalami penurunan.

Meskipun demikian, jenis sapi ini merupakan sapi yang cukup tangguh. Mereka tahan terhadap gigitan caplak dan cukup efisien dalam penggunaan pakan. Para betinanya juga terkenal mudah melahirkan dan diperah susunya.

4. Hasil Ternak

Sapi ini diternakkan untuk tujuan diambil dagingnya. Meski tidak sedikit pula yang memanfaatkan hasil susunya. Mereka tetap dapat bertumbuh dengan baik meski dengan kondisi pakan yang minim.

Itulah beberapa poin penting tentang sapi Santa Gertrudis yang bisa dipelajari. Sapi asal Texas ini memang menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin menernakkan jenis sapi pedaging. Hasil dagingnya sangat enak dan berkualitas tinggi.

Leave a Reply

0
Scroll to Top