Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah dan Kambing Qurban Sesuai Syariat

Kambing, selain bisa dipergunakan sebagai hewan qurban, juga bisa dipakai sebagai hewan Aqiqah. Ada beberapa perbedaan syarat kambing aqiqah dan kambing qurban. Meskipun keduanya nampak seperti serupa. Beberapa orang mungkin masih bingung perbedaan antara keduanya dan menganggapnya sama saja. Kali ini, kita akan mengupas perkara-perkara yang membedakan kambing sebagai hewan aqiqah dan hewan qurban sesuai dengan syariat agama Islam.

Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah dan Kambing Qurban

Setidaknya ada beberapa hal yang mengindikasikan perbedaan syarat kambing aqiqah dan kambing qurban menurut syariat Islam. Namun sebelumnya, Anda perlu mengetahui pengertian atau dasar dari penyembelihan hewan, baik aqiqah ataupun qurban.

Aqiqah adalah pemotongan hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas karunia kelahiran anak. Sedangkan Qurban adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang berupa penyembelihan hewan.

Berikut ini adalah uraian masing-masing syarat kambing yang dipakai untuk aqiqah dan qurban, diantaranya adalah :

1. Jenis Hewan yang Digunakan

Hewan ternak yang bisa digunakan untuk qurban tidak terbatas hanya kambing saja, namun ada banyak lainnya. Yaitu, sapi, domba, unta atau kerbau. Sedangkan hewan untuk aqiqah hanya bisa kambing atau domba.

Syarat pemilihan kambing baik untuk aqiqah ataupun qurban tidak jauh berbeda, diantaranya adalah :

  • Sehat dan tidak ada cacat sama sekali
  • Usianya minimal 1 tahun untuk domba dan minimal 2 tahun untuk kambing
  • Sudah ganti gigi

2. Jumlah Hewan yang Disembelih

Penyembelihan kambing untuk aqiqah tergantung dari jenis kelamin anak yang dilahirkan. Jika lahir anak laki-laki, maka jumlah kambing yang disembelih adalah 2 ekor, sedangkan anak perempuan hanya 1 ekor kambing.

Sedangkan untuk qurban, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Setiap orang diperkenankan menyembelih berapa ekor pun sesuai kemampuannya. Namun, satu ekor kambing hanya bisa digunakan untuk ibadah qurban satu orang saja.

3. Waktu Penyembelihan

Perbedaan syarat kambing aqiqah dan kambing qurban dapat dilihat dari waktu penyembelihannya. Menyembelih hewan qurban hanya bisa dilakukan pada hari raya idul adha dan hari tasyrik saja yaitu pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 dzulhijjah.

Sedangkan untuk penyembelihan kambing aqiqah, sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Namun, jika pada hari tersebut orang tua belum mampu melaksanakannya, aqiqah bisa ditunda.

Aqiqah bisa juga dilaksanakan pada hari ke 14 atau hari ke 21. Jika masih belum ada rejeki, aqiqah bisa dilaksanakan kapanpun sampai anak dewasa. Biasanya, jika aqiqah dilaksanakan pada hari ke 7, akan diikuti pencukuran rambut dan pemberian nama.

4. Pemberian Daging

Salah satu perbedaan yang paling mendasar dari penyembelihan kambing qurban dan aqiqah terletak pada pembagian dagingnya. Pembagian daging qurban dikerjakan dengan menyimpan sepertiga, memakan sepertiga dan membagikan sepertiga bagian.

Pembagian hewan qurban diberikan dalam kondisi mentah atau belum diolah. Penerimanya adalah kaum dhuafa, fakir miskin dan orang-orang yang berhak menerima sodaqoh.

Namun untuk penyembelihan hewan aqiqah, dibagikan dalam bentuk makanan siap saji. Yang punya hajat secara langsung mengolah daging aqiqah dan membagikannya pada siapa saja seperti tetangga, saudara, teman, fakir miskin dan lain sebagainya.

Itulah empat perbedaan syarat kambing aqiqah dan kambing qurban yang perlu Anda ketahui. Yang pasti, hewan yang akan dijadikan qurban atau aqiqah ini harus benar-benar memenuhi persyaratan. Tidak ada perbedaan akan menggunakan kambing jantan atau betina.

Leave a Reply

0
Scroll to Top