Kambing Kecil Afrika Timur, Kambing Lokal Penghasil Daging dan Kulit

Kambing kecil Afrika Timur atau Small East African (SEA) adalah nama yang diberikan untuk seekor kambing yang banyak ditemukan di daerah tersebut. Utamanya adalah seluruh Afrika Timur mulai dari Zimbabwe dan Malawi di bagian selatan.

Kambing ini juga ditemui di sekitar Tanzania hingga sebagian besar wilayah Kenya dan Uganda. Kambing ini berukuran kecil dan karena itulah disebut Small Goat. Kali ini, akan dibahas lebih jauh tentang kambing kecil yang satu ini.

Ciri dan Karakteristik Kambing Kecil Afrika Timur

Kambing kecil Afrika Timur menjadi salah satu ruminasia kecil asli dari Afrika. Trah ini merupakan trah asli dari daerah ini. Hal ini terlihat tingginya populasi Kambing SEA di wilayah Tanzania yang hampir mencapai 85% dari total populasi kambing di sana.
Penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang ciri dan karakteristiknya? Berikut penjelasannya.

1. Bentuk Tubuh

Kambing SEA memiliki bentuk tubuh sedang, padat dan kompak. Tinggi gumbarnya adalah sekitar 64 cm baik jenis jantan ataupun betina. Pada kambing SEA jantan, mereka dapat memiliki bobot hingga 30 – 40 kg dan 25 – 30 kg pada betinanya.

Kambing kecil ini memiliki tanduk yang unik dan berbentuk melengkung ke belakang. Namun, bagian ujung tanduknya melengkung ke atas. Ukuran tanduk sangat bervariasi yaitu sekitar 2,5 cm sampai 20 cm.

Telinga kambing ini memiliki ukuran sedang dengan panjang sekitar 12 cm. Beberapa kambing jantan yang berusia di bawah 14 bulan memiliki janggut di bagian lehernya. Namun jumlahnya tidak lebih dari 40 % populasi kambing.

2. Warna

Kambing SEA memiliki bulu tubuh yang berwarna putih murni hingga hitam murni. Beberapa ekor bahkan terlahir dengan berbagai warna campuran seperti putih pudar, hitam pudar dan cokelat bercak.

Ukuran bulunya cukup pendek namun akan sedikit memanjang di bagian belakang seperti pantat dan paha. Kulit kambing ini cukup bagus sehingga sering dimanfaatkan oleh peternak. Ukuran kakinya sedang dengan bentuk sedikit kecil.

3. Habitat

Kambing ini hidup di daerah gurun hingga perkotaan. Banyak kambing liar dan juga kambing-kambing jinak yang telah dipelihara oleh masyarakat setempat.

4. Daya Adaptasi

Kambing yang satu ini cukup kuat dalam bertahan menghadapi iklim atau cuaca ekstrem. Sayangnya, kemampuan untuk tumbuh dan berkembangnya sangat minim dan lambat. Hal ini bisa saja terjadi karena terbatasnya pakan dan kondisi lingkungan.

5. Ketahanan Penyakit

Kambing kecil Afrika Timur adalah salah satu jenis kambing yang tangguh dan tahan berbagai macam penyakit. Mereka memiliki toleransi yang tinggi terhadap penyakit air jantung, yaitu penyakit yang ditularkan melalui kutu endemik. Kambing SEA juga cukup kuat menghadapi penyakit lain seperti cacing hingga kudis.

6. Kelebihan

Salah satu kelebihan utama kambing ini selain kulitnya adalah kualitas dan kuantitas dagingnya. Kambing SEA dipelihara untuk diambil dagingnya saja. Hal ini dilakukan karena kambing ini tidak memiliki produksi susu yang baik dan melimpah.

Produksi susu kambing SEA sangat terbatas. Kuantitas susunya hanya cukup untuk satu anak kambing saja. Karena itulah, masyarakat tidak mencoba untuk memerah susu kambing ini.

Susu kambing yang bisa dihasilkan biasanya hanya ¾ liter per hari. Jumlah ini tidak cukup banyak untuk memberikan kontribusi pangan masyarakat. Selain itu, masa laktasi kambing hanya berkisar 4 – 5 bulan saja. Setelah itu, mereka tidak akan menghasilkan susu lagi.

Itulah beberapa informasi menarik tentang kambing kecil Afrika Timur. Meskipun kambing yang satu ini tidak bisa diambil susunya, namun masyarakat Afrika tetap menjadikannya peliharaan utama. Mereka dapat memanfaatkan daging dan kulitnya untuk mendapatkan keuntungan.

Leave a Reply

0
Scroll to Top