Fakta Unik Maleo, Burung Endemik dari Sulawesi

Berbicara tentang burung endemik Indonesia, mungkin yang akan terpikirkan oleh Anda pertama kali adalah cenderawasih maupun kasuari. Kedua burung tersebut memang sudah cukup terkenal sebagi ikon burung khas asli Indonesia. Padahal, burung endemik Indonesia tak hanya dua burung yang sudah disebutkan tadi, salah satunya adalah burung maleo. Sebagai burung langka, maleo juga menjadi burung khas Indonesia namun tidak seterkenal cenderawasih maupun kasuari. Untuk mengetahui lebih banyak lagi, yuk simak beberapa fakta unik maleo di bawah ini.

Fakta Unik Maleo

Sebagai burung endemik, tentu ada beberapa fakta unik maleo yang membedakannya dari jenis burung lain, antara lain:

1. Tidak Mengerami Telurnya

Dengan ukuran telur yang cukup besar, bahkan lebih besar dari ukuran maleo sendiri membuat maleo tidak mengalami proses pengeraman. Besar telur maleo setara dengan 5 butir telur ayam biasa. Saking besar telurnya, bahkan maleo sering kali pingsan saat sedang menetaskan telur. Kemudian saat penetasan telur, induk maleo tidak akan mengerami telurnya, namun hanya akan mengubur telur dalam pasir yang mengalami pemanasan.

2. Tidak Suka Terbang

Meskipun masuk dalam kategori burung yang bersayap, nyatanya maleo malah tidak senang terbang. Maleo malah lebih sering beraktivitas menggunakan kakinya daripada sayap.

3. Bayi Maleo Adalah Bayi Mandiri

Bayi maleo menetas dalam keadaan yang mandiri lho. Buktinya, anak-anak maleo yang baru mentas biasanya langsung bisa mencari manakan dan terbang sendiri, sehingga iduknya tidak perlu mengasuh dan mencarikan makan.

4. Monogami

Maleo menjadi salah satu jenis burung yang begitu setia dengan pasangannya. Saat sudah memiliki pasangan, maleo akan lebih sering hidup bersama pasangannya daripada hidup berkoloni. Seumur hidup maleo hanya akan memiliki satu pasangan saja, jika ditinggal mati oleh pasangannya mereka biasanya tidak akan mencari pasangan lain.

5. Hidup di Tempat Panas

Maleo membutuhkan udara panas untuk menguburkan telur-telurnya di pasir yang panas alami oleh geotermal. Oleh karena itu, maleo biasanya akan hidup di area pantai yang berpasir panas atau di dataran tinggi yang memiliki mata air panas.

Itulah 5 fakta unik maleo, burung endemik khas pulau sulawesi yang memiliki warna dan tubuh yang menawan. Sayangnya, populasi maleo terus berkurang sejak tahun 1950 lalu, yaitu sekitar \ sekitar 5000-7000 ekor saja. Oleh karena itu, yuk jaga kelestarian maleo dan satwa khas lainnya!

Leave a Reply

0
Scroll to Top