Tata Cara Menanam Terong Menggunakan Polybag yang Tepat dan Mudah

Terong adalah salah satu jenis sayuran yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Menumbuhkan terong di rumah sendiri tidak terlalu sulit karena Anda bisa mempelajari cara menanam terong menggunakan polybag berikut. Meskipun mudah didapat karena stoknya yang melimpah di pasaran, namun memiliki tanaman terong di rumah bisa menjadi sebuah hobi atau kesenangan baru.

Melihat buahnya tumbuh besar dan sehat adalah yang menyenangkan. Apalagi, alat dan bahan yang dibutuhkan juga tidak rumit. Prakteknya akan sangat mudah sekali.

Cara Menanam Terong Menggunakan Polybag Supaya Panen Melimpah

Meskipun Anda tidak memiliki lahan yang luas untuk menanam berbagai macam sayuran, Anda bisa memanfaatkan polybag atau pot. Asalkan perawatan tanaman dilakukan dengan benar, menanam dalam polybag juga bisa menghasilkan panen yang melimpah.

Terlebih lagi jika Anda hendak menanam terong. Tumbuhan yang satu ini sangat mudah ditanam dan tidak membutuhkan perawatan yang macam-macam. Berikut ini adalah cara menanam terong menggunakan polybag yang bisa Anda pelajari. Diantaranya adalah :

1. Memilih Bibit

Supaya aman, bibit terbaik dan pasti berkualitas bisa Anda dapatkan di toko pertanian. Biasanya, bibit terong yang dijual telah dipilih dan disortir sedemikian rupa dari induk tanaman berkualitas. Dengan demikian akan menghasilkan terong-terong yang bagus.

Jika Anda ingin mendapatkan bibit sendiri, Anda bisa mengambil dari biji terongnya. Pastikan terong yang Anda gunakan berasal dari tanaman yang baik pula. Tanaman yang dalam kondisi sehat, tidak berpenyakit atau berhama.

Cara mendapatkan bibit terong adalah ambil biji dari buahnya lalu keringkan. Jemur biji terong sampai kadar airnya menyusut hingga 60%. Setelah itu, jangan langsung disemai. Anda perlu merendamnya terlebih dahulu selama 6 jam dalam air hangat.

2. Menyemaikan Bibit

Media semai bibit terong adalah campuran tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2. Hal ini penting untuk diperhatikan karena terong merupakan tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi.

Masukkan tanah pada pot-pot kecil. Anda bisa menggunakan gelas plastik bekas dari air minum kemasan. Tanam satu biji bibit terong ke dalam setiap pot gelas plastik tersebut. Siram media semai setiap pagi dan sore dengan air secukupnya.

3. Memindahkan ke Media Tanam

Dalam beberapa waktu, bibit terong akan segera menumbuhkan batangnya. Tunggu hingga bibit setinggi 5-10 cm dan memiliki setidaknya 3 helai daun. Ini adalah kondisi terbaik dimana bibit siap dipindahkan ke media tanamnya.

Komposisi tanah yang akan dipergunakan sebagai media tanam sedikit berbeda dengan komposisi media semai. Jumlah pupuk kandang harus diperbanyak. Komposisi campuran tanah, sekam dan pupuk kandang adalah 1:1:3

Masukkan campuran tanah ke dalam polybag hingga setinggi 40 cm. Buat lubang di tengah untuk menanam bibit. Cara menanam terong menggunakan polybag adalah langsung memasukkan bibit terong lengkap dengan akarnya dan siram sedikit air.

4. Merawat Tanaman Terong

Perawatan tanaman terong dilakukan sejak bibit dipindahkan ke media tanam. Anda harus menyiramnya pagi dan sore jika cuaca sedang panas. Namun jika kondisi hujan dan tanah masih nampak lembab, Anda tidak perlu menyiramnya.

Di usia 3 minggu, Anda bisa mulai memberikan pupuk NPK agar nutrisinya terpenuhi. Pada masa-masa ini, tanaman pengganggu dan penyakit akan mulai menyerang. Cabut rumput atau tanaman yang mungkin ikut tumbuh di polybag.

Saat terlihat ada hama atau penyakit, Anda bisa menggunakan pestisida atau insektisida sesuai dengan kebutuhannya. Perawatan yang tepat akan menghasilkan tanaman yang sehat. Hasil terong pun pasti akan menggembirakan.

Sangat mudah bukan? Cara menanam terong menggunakan polybag adalah alternatif bagi Anda yang memiliki lahan minim. Manfaatkan sudut-sudut halaman rumah Anda dengan tanaman terong supaya selain rumah nampak lebih asri, Anda juga bisa memanfaatkan hasil panen terongnya yang melimpah. Selamat berkebun.

Leave a Reply

0
Scroll to Top