Cara Budidaya Ikan Patin yang Mudah dan Cepat Menghasilkan Keuntungan

Salah satu ide peternakan yang cukup cemerlang dan menghasilkan keuntungan berlipat adalah budidaya ikan patin. Ikan patin adalah salah satu jenis ikan yang sangat diminati karena kandungan gizinya yang sangat tinggi.

Makanan ini banyak diburu para ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang sedang memiliki anak dalam masa pertumbuhan. Penasaran bagaimana cara budidaya ikan tawar yang satu ini, simak info berikut ini.

Cara Budidaya Ikan Patin yang Benar dan Tepat

Ikan patin menjadi salah satu jenis ikan patin yang sangat berpeluang untuk meraih kesuksesan dalam budidayanya. Pasalnya, pemeliharaan ikan patin terbilang cukup mudah dan cepat dilakukan. Kesuksesan peternak menghasilkan pundi rupiah bukan hal yang sulit.

Ikan patin adalah jenis ikan yang pertumbuhannya sangat cepat sehingga tepat sekali bagi Anda yang baru pertama terjun dalam usaha budidaya perikanan. Dalam waktu sekitar 6 bulan, ikan patin dapat tumbuh hingga ukuran 34 sampai 40 cm dan berat sekitar 1 kg.

Selain itu, peminat dan harga jual ikan patin masih sangat tinggi di pasaran lokal. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peternak yang ingin melakukan pengembangan usaha ikan patin secara besar. Apakah Anda juga tertarik?

Berikut ini adalah tata cara budidaya ikan patin yang benar dan tepat supaya menghasilkan ikan-ikan berkualitas, diantaranya adalah :

1. Pemilihan Lokasi

Ikan patin tinggal di habitat yang bebas seperti sungai dan kolam-kolam. Karena itu, Anda harus mempersiapkan lokasi budidaya yang tepat supaya ikan patin merasa seperti hidup di habitat aslinya.

Berikut ini adalah cara memilih lokasi yang tepat untuk membudidayakan ikan patin, yaitu :

  • Pilih lokasi di kolam yang berlempung karena menjadi lokasi favorit ikan patin
  • Upayakan kolam mendapat sinar matahari secara langsung dan tidak tertutup apapun
  • Usahakan air kolam selalu bersih dan jauh dari pencemaran apapun
  • Suhu air harus selalu terpantau dalam ukuran 26 sampai 28 derajat celsius
  • Ikan patin membutuhkan pH standar yaitu 6,5 sampai 7
  • Model kolam yang paling ideal adalah jenis keramba yang bisa diaplikasikan di waduk, sungai, bendungan dan lokasi lainnya
  • Jika ingin menggunakan kolam, bentuk kolam yang paling tepat adalah seperti kolam ikan lele

2. Pemilihan Bibit yang Baik dan Berkualitas

Cara budidaya selanjutnya adalah bagaimana memilih bibit ikan patin yang tepat. Ikan patin berkualitas dihasilkan dari bibit ikan yang berkualitas pula. Berikut adalah ciri bibit ikan patin berkualitas, yaitu :

  • Ukuran kepala dan tubuh seimbang
  • Pergerakan lincah
  • Ukuran ikan patin seragam satu sama lain
  • Berasal dari bibit unggul
  • Tidak terkena penyakit.

3. Proses Pemeliharaan yang Tepat

Budidaya ikan patin bisa dikategorikan sebagai usaha yang cepat berjalan. Namun tentunya ada tata cara yang harus dipatuhi dalam proses pemeliharaannya, seperti :

  • Selalu mengecek kondisi kolam
  • Melakukan perangsangan pakan alami sebelum memasukkan bibit ikan
  • Pemberian pakan bertahap baik pagi atau sore hari

4. Penanganan Hama dan Penyakit

Kendala yang paling sering ditemui dalam budidaya ikan tawar seperti patin atau lele adalah munculnya hama penyakit. Karena itu, tindakan pencegahan adalah yang paling penting.

Pastikan Anda selalu menjaga kolam selalu terang dengan memasang lampu di malam hari. Hama biasanya akan enggan masuk ke dalam kolam saat kondisi terang. Anda juga harus selalu menyediakan pakan bergizi supaya ikan patin bisa tumbuh baik.

Itulah 4 langkah budidaya ikan patin yang benar dan tepat untuk menghasilkan ikan-ikan patin yang baik. Pada dasarnya, pengembangan ikan patin bukan hal yang sulit selama Anda fokus dan melakukannya dengan benar. Selamat mencoba.

Leave a Reply

0
Scroll to Top