Modal Kecil, Budidaya Jamur Tiram Hasilkan Untung Besar!

Jamur tiram memiliki banyak kegunaan, yaitu dapat dijadikan bahan masakan atau hanya digoreng dan dijadikan jamur krispi. Jamur tiram dinilai cukup menjanjikan untuk dijadikan usaha. Modalnya pun terbilang kecil. Supaya mendapat gambaran lengkapnya, yuk simak cara budidaya jamur tiram secara mudah.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Untuk membudidayakan jamur yang berbentuk seperti paku payung ini membutuhkan ketekunan. Berikut cara budidaya jamur tiram agar berhasil.

1. Modal

Anda hanya perlu mengeluarkan modal kurang dari 5 juta, tepatnya hanya sekitar 2,5 juta – 3 juta-an saja. Dengan modal tersebut Anda sudah dapat membeli bahan baku, seperti serbuk bibit jamur, serbuk gergaji halus, kapur bukit, dan gilingan padi atau dedak.

Untuk tempat, Anda dapat menggunakan bagian rumah yang kosong untuk bertani. Sedangkan untuk biaya operasional, Anda membutuhkan sekitar 1,5 juta hingga 2 juta untuk membeli baglog. Baglog merupakan media siap panen, Anda dapat meletakkannya di tempat dengan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan jamur.

2. Menyiapkan kumbung untuk rak jamur

Anda dapat memanfaatkan bagian rumah yang tidak dipakai untuk kumbung. Hal yang harus diperhatikan adalah kelembapan dan suhu kumbung yang dapat memengaruhi pertumbuhan jamur.

Lebih baik buat rak jamur dengan menggunakan kayu atau bambu untuk mempertahankan kelembapan. Jangan gunakan seng atau asbes untuk atap kumbung, sebab kedua bahan ini dapat meningkatkan suhu di dalamnya.

Untuk lantai, sebaiknya pilih di tempat bertanah agar saat proses penyiraman air dapat terserap.
Buat rak dengan tinggi kurang lebih 40 cm, dengan tingkatan rak sesuai kebutuhan, misalnya 3 hingga 4 tingkat saja. Beri jarak tingkatan rak kira-kira setinggi 1 meter. Dalam masing-masing tingkat rak tersebut dapat menampung sekitar 80 baglog.

3. Penyusunan dan Perawatan

Letakkan baglog di setiap rak dengan lubang menghadap ke luar rak dan susun secara horizontal. Diamkan baglog di dalam kumbung selaa 5 hari tanpa membuka cincinnya. Setelah 5 hari, buka cincin dan diamkan lagi selama 3 hari. Hingga masa 3 hari ini selesai Anda baru bisa melakukan penyiraman.

Penyiraman dilakukan dengan metode spray. Jangan pernah menyiram dengan tetesan air. Teknik penyiraman kabut juga dapat digunakan untuk membuat jamur tumbuh sempurna.

4. Panen

Jamur tiram sudah dapat dipanen sekitar 2 minggu setelah penyusunan baglog di dalam kumbung. Potensi panennya dapat mencapai 5 hingga 8 kali apabila jamur dirawat dengan baik.
Umumnya 1 kg baglog dapat menghasilkan 0,4 hingga 0,8 kg jamur tiram.

Budidaya jamur tiram hanya butuh modal kecil. Masa panennya pun cukup cepat sehingga Anda dapat menjualnya secara berkala dengan keuntungan cukup besar.

Leave a Reply

0
Scroll to Top