fbpx

6 Jenis Tumbuhan Gulma Asing yang Tumbuh Secara Invasif

Gulma asing yang invasif ialah tumbuhan gulma yang tumbuh diluar habitat dan dapat berkembang pesat hingga mengambil alih lingkungan barunya.

Menurut Convention on Biological Diversity, gulma asing invasif ialah spesies gulma yang dikenalkan atau dibudidayakan diluar habitatnya baik sengaja maupun tidak sengaja. Spesies ini berkemampuan membentuk diri, berkompetisi serta menyerang spesies asli di tempat baru.

Berikut beberapa jenis tumbuhan gulma asing invasif yang terdapat di Indonesia:

1. Acasia nilotica

flickr.com

Gulma jenis ini asli berasal dari Afrika yang sengaja didatangkan ke pulau Jawa pada tahun 1850.  Pada tahun 1969 spesies ini diintroduksi di Taman Nasional Baluran  dengan tujuan dijadikan sebagai tanaman pagar untuk hutan jati agar terhindar dari api di Savana. Akan tetapi pada tahun 1980 mulai terdapat laporan terjadinya invasi kecil  dan terjadi dalam waktu singkat berubah menjadi ekspansif.

2. Austroeupatorium inulifolium (Eupatorium inulifolium)

herbariovaa.org

Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis yang didatangkan ke Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Tumbuhan gulma jenis ini banyak dijumpai di daerah Jawa Barat, sedangkan di Bengkulu ditemukan sebagai tanaman pengganggu untuk area kehutanan dan perkebunan.

3. Chromolaena odorata

flickr.com

Asal negara dari tumbuhan ini diketahui dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah.  Chromolaena odorata diketahui merupakan gulma yang sering ditemui dan menginvasi secara agresif  kawasan ladang, tanaman perkebunan hingga taman nasional Ujung Kulon, serta Pananjang. Kemampuan invasi yang dimiliki spesies ini mampu menekan tingkat pertumbuhan vegetasi lain.

4. Eichornia crassipes

flickr.com

Tumbuhan eceng gondok, sengaja diintroduksi atau dibawa dari pesisir amazon untuk dijadikan tanaman hias di danau Kebun Raya Bogor pada tahun 1886. Akan tetapi dalam waktu yang cepat dan singkat, tumbuhan eceng gondok dapat menyebar ke seluruh perairan Indonesia. Bahkan mampu menginvasi hampir seluruh permukaan dari rawa pening.

5. Hydrilla verticillata

flickr.com

Hydrilla merupakan tumbuhan asli perairan dingin dan hangat dari Dunia Lama di Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Tumbuhan ini termasuk ke dalam genus dari kelompok tumbuhan air.

Diketahui tumbuhan Hydrilla banyak dijumapi di daerah perairan terbuka yang tersebar di tiga pulau yaitu Sulawesi, Jawa dan pulau Sumatera.

6. Mikania micrantha

flickr.com

Tumbuhan ini sengaja didatangkan dari Paraguay untuk ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1949. Kemudian pada tahun 1956, spesies ini dikenalkan sebagai tanaman untuk penutup tanah yang bukan termasuk kelompok Legume (kacang-kacangan) di kawasan perkebunan karet. Akan tetapi pada tahun 1976, pertumbuhan dari spesies ini dapat mengokupasi sebagian besar wilayah kebun karet sehingga menyebar luas di lahan pertanian yang terdapat di Jawa Timur dan Jawa Barat, serta di daerah Sumatera Selatan.

Leave a Reply

0
Scroll to Top