Wajib Baca! Ini 3 Jenis Unta yang Tersisa di Dunia

Unta adalah sejenis mamalia yang dikenal hidup di daerah padang pasir yang tandus dan kering. Jenis unta di dunia ini tidak banyak dan bahkan sekarang sudah mulai berkurang. Bahkan beberapa diantaranya ada yang sedang menuju kepunahan. Unta memang memiliki karakter spesifik mengenai habitat hidupnya.

Hewan ini hidup di daerah gurun, padang pasir dan tempat yang kering juga gersang. Unta sudah menjadi teman manusia sejak 5000 tahun yang lalu dan banyak dimanfaatkan untuk diambil susu, daging dan tenaganya.

3 Jenis Unta yang Perlu Diketahui

Jika digambarkan secara sekilas, unta adalah hewan mamalia dengan empat kaki panjang, memiliki punuk, dan digunakan hewan tunggangan di padang pasir. Hewan ini sangat tangguh saat berada di gurun pasir. Tenaganya mengalahkan tenaga kuda.

Berikut ini adalah beberapa macam unta yang perlu Anda ketahui. Diantaranya adalah :

1. Unta Dromedari

Nama lain dari unta ini adalah unta arab atau nama ilmiahnya adalah Camelus Dromedarius. Ciri utama dari unta dromedari adalah hanya ada satu punuk di atas punggungnya.

Unta dromedari adalah jenis unta yang berukuran paling kecil daripada jenis unta lainnya. Unta dromedari jantan hanya berbobot sekitar 400 sampai 600 kg. Sedangkan unta betina, hanya memiliki berat badan sekitar 300 – 450 kg saja.

Selain berpunuk tunggal, unta dromedari memiliki ciri fisik lain yang membuatnya sangat mudah dikenali. Yaitu, bagian dada yang sempit, leher panjang yang melengkung, dan terdapat rambut di bagian punuk, bahu dan tenggorokan.

Unta dromedari berwarna coklat kehitaman dan terkadang juga putih. Unta ini hidup berkelompok yang berjumlah sekitar 20 ekor. Mereka memakan tumbuhan yang ada di gurun dan memiliki kemampuan menahan haus hingga berhari-hari.

Unta Dromedari hidup di daerah kawasan semi-arid dan arid di daerah Afrika, Asia dan Australia. Biasanya unta arab ini dijadikan hewan sembelihan, hewan ternak dan hewan pengangkut barang.

2. Unta Baktria

Jenis unta yang kedua adalah unta baktria atau bernama latin Camelus Bactrianus. Unta ini disebut unta baktria karena berasal dari Bactria di Asia Tengah. Unta baktria hidup di daerah pegunungan berbatu, gunung kering, bukit berpasir dan sebagainya.

Ciri menonjol dari unta baktria adalah dua punuk di punggungnya. Punuk inilah yang menjadi pembeda utama antara unta dromedari dan unta baktria. Punuk ini digunakan sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dan minuman.

Unta Baktria banyak dipelihara sebagai ternak rumahan. Sekarang ini, populasinya berjumlah sekitar 2 juta ekor. Unta ini disenangi sebagai hewan ternak karena ukurannya yang cukup besar dan tenaganya pun sangat kuat.

3. Unta Baktria Liar

Nama latin untuk unta baktria liar adalah Camelus Ferus. Ciri utama dari unta ini sama dengan jenis unta baktria sebelumnya yaitu memiliki dua punuk. Hal ini disebabkan karena mereka pada dasarnya berasal dari generasi yang sama.

Unta baktria liar adalah jenis unta baktria yang kabur atau lolos dari penangkaran. Unta ini hidup secara liar dan berkelompok dengan anggotanya. Jumlah kelompok unta ini berkisar antara 2 hingga 100 ekor unta.

Sekarang, jumlah unta baktria liar sudah sangat berkurang. Hal ini dikarenakan perburuan liar hingga menyebabkan populasinya berkurang drastis. Tidak jarang para pemburu menggunakan ranjau untuk menangkap unta liar ini. Semua dilakukan demi keuntungan semata.

Itulah tiga jenis unta di dunia ini yang perlu Anda ketahui. Kelangsungan hewan ini semakin terancam dengan jumlah populasi yang semakin menurun setiap tahunnya. Oleh karena itu, semua orang harus bahu membahu memerangi perburuan liar terhadap hewan ini.

Leave a Reply

0
Scroll to Top