Inilah Perbedaan Anoa dan Kerbau, Dua Mamalia yang Sangat Mirip

Bagi Anda yang tidak mengetahui perbedaan Anoa dan Kerbau, mungkin akan mengira kedua hewan ini sama. Memang dilihat sekilas, kedua hewan mamalia ini nampak mirip hanya berbeda ukuran.

Tapi apabila diperhatikan lebih seksama lagi, Anoa dan Kerbau jelas berbeda. Salah satu kesamaan dari dua hewan ini adalah dari keluarga Mamalia. Kedua hewan ini juga berkerabat dekat dengan banteng, sapi, rusa, kambing dan bison. Bagi Anda yang penasaran apa saja perbedaan dari Kerbau dan Anoa, yuk simak info berikut ini.

4 Perbedaan Anoa dan Kerbau

Beberapa orang menyebutkan bahwa Anoa merupakan versi mini dari Kerbau. Untuk memutuskan kebenaran pernyataan ini, berikut ini akan dibahas secara mendalam perbedaan Anoa dan Kerbau yang perlu Anda ketahui. Diantaranya adalah :

1. Taksonomi

Secara ilmu pengklasifikasian makhluk hidup, kedua hewan ini memiliki nama kerajaan, filum, kelas, ordo, famili dan genus yang sama. Secara berurutan yaitu kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Artiodactyla, famili Bovidae dan genus Bobalus.

Namun, keduanya berbeda dalam spesies di mana Anoa adalah Bubalus depressicornis, sedangkan kerbau adalah Bubalus bubalis. Dari sini sudah nampak kedekatan kekerabatan mereka. Itulah sebabnya ciri keduanya sangat serupa.

2. Fisik

Secara fisik, kedua hewan ini sangat berbeda. Inilah salah satu cara paling mudah untuk membedakan keduanya. Kerbau dewasa bisa memiliki tinggi pundak mencapai 1,7 meter dengan berat badan hingga 900 kg.

Sedangkan Anoa memiliki tinggi pundak antara 80 – 100 cm atau tidak lebih dari 1 meter. Itulah sebabnya mengapa Anoa seringkali disebut dengan kerbau kerdil atau cebol.

Ciri fisik kedua dapat dilihat dari tanduknya. Kerbau memiliki tanduk yang cukup besar dan bisa mencapai ukuran 1 meter. Tanduk kerbau berbentuk melengkung pada bagian ujungnya sedangkan tanduk Anoa berbentuk lurus tegak ke belakang.

3. Habitat

Meskipun sama-sama Mammalia, perbedaan Anoa dan Kerbau cukup mencolok. Anoa hidup di alam bebas seperti hutan, pegunungan, dan dataran rendah. Hewan ini tidak bisa dikembangbiakkan atau dijadikan hewan ternak karena sifat agresifnya. Artinya, Anoa cukup sulit dijinakkan sehingga tidak cocok dijadikan hewan ternak dan hidup berdampingan dengan manusia.

Namun, keberadaan Anoa nampaknya cukup menggiurkan. Banyak orang-orang yang memburunya untuk diambil daging, kulit dan tanduknya. Karena itu, kini Anoa menjadi hewan yang bisa dikatakan hampir musnah.

Populasinya berkurang drastis sejak tahun 2014 silam. Jumlah Anoa di hutan Indonesia hanya berkisar 5000 ekor dan terus menurun setiap tahunnya. Kondisi Anoa cukup berbeda dengan Kerbau. Hewan yang bisa diternakkan ini hidup berdampingan dan menjadi teman manusia.

Populasi kerbau cukup terjaga meskipun angka kelahirannya tidak banyak. Kerbau sebenarnya juga merupakan hewan liar yang juga hidup di hutan dan dataran tinggi. Karena sifatnya yang jinak, hewan ini kini hidup di tengah-tengah masyarakat.

4. Konservasi

Secara sekilas kita dapat melihat bahwa Anoa merupakan hewan yang sedang menuju kepunahan. Hewan endemik khas pulau Sulawesi dan Buton ini mengalami penurunan populasi yang cukup drastis.

Oleh sebab itu, Anoa ditetapkan sebagai salah satu hewan yang dilindungi dan tidak boleh diburu. Sedangkan kerbau, hewan ini bahkan dijadikan salah satu hewan sembelihan yang bisa didapatkan dagingnya di pasaran dengan mudah. Kesimpulannya, Anoa adalah hewan langka dan kerbau adalah hewan ternak.

Itulah perbedaan Anoa dan Kerbau yang harus Anda ketahui. Kini, Anda sudah bisa membedakan mana hewan yang dilindungi dan mana hewan yang boleh dikonsumsi atau digunakan tenaganya. Anda tidak perlu bingung lagi membedakan mana Anoa dan mana kerbau. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

0
Scroll to Top