3 Jenis Penyakit Pada Budidaya Belut yang Sering Ditemui

Pada pemeliharaan hewan ternak, tentu ada berbagai kendala yang muncul termasuk penyakit pada budidaya belut. Penyakit tersebut biasanya ditularkan oleh hama yang sering kali menyerang belut itu sendiri, seperti berang-berang, katak dewasa, serangga, burung, ikan gabus, musang air, dan ular. Bagi Anda yang ingin budidaya belut, maka perlu untuk memerhatikan beberapa penyakit yang paling sering muncul.

penyakit pada budidaya belut Star Farm
www.poultryshop.id

3 Jenis Penyakit Belut Paling Umum

Setidaknya ada 3 jenis penyakit pada budidaya belut yang perlu Anda waspadai sebelum memberikan risiko yang lebih parah, antara lain:

1. Protozoa

Protozoa sering kali menyerang belut. Jenis parasit ini biasanya disebut bercak putih yang sering menempel pada tubuh belut. Pada awal terjangkitnya, bintik tersebut biasanya muncul sekitar 0.5-1 mm yang kemudian tumbuh membesar. Penyakit ini biasanya menyerang pada bagian insang atau mulut belut.

Pencegahan protozoa dapat dilakukan dengan melakukan karantina pada individu baru, menggunakan senyawa kimia, dan pemberian malachite pada kolam dengan dosis 1 gram setiap 10 m2 air.

2. Jamur

Serangan jamur menjadi salah satu penyakit pada budidaya belut yang cukup umum. Jamur akan menyerang bagian tubuh belut yang terluka. Selain itu, jamur juga bisa menyerang telur, kemudian menyebabkan telur mati dan gagal menetas.

Untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan mempertahankan kualitas air. Sedangkan untuk pengobatan belut yang terkena jamur, Anda bisa menggunakan malachite green, garam dapur, atau kalium permanganat dengan dosis 1 gram setiap 100 liter air.

3. Bakteri

Jenis bakteri yang paling sering menyerang balut adalah jenis aeromonas dan pseudomonas di mana mikroorganisme ini menyerang limpa dan hati. Bakteri sering kali muncul jika pola perawatan belut tidak tepat, seperti pemberian pakan yang terlalu banyak, belut yang terlalu padat dalam satu tempat, dan lain sebagainya. Gejala bakteri yang muncul pada belut biasanya ditandai dengan kemunculan bercak merah, lendir, hingga pendarahan.

Pengobatan pada jenis penyakit ini bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik, seperti chloramphenicol, tetracyclin, dan lain sebagainya dengan dosis 250 gram pada 500 liter air, diamkan selama dua jam kemudian ganti kembali airnya. Untuk hasil yang maksimal, pengobatan bisa Anda lakukan 3-5 hari.

Itulah beberapa penyakit pada budidaya belut yang paling sering ditemui. Untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut, Anda tentu harus memerhatikan pola pemeliharaan belut dengan baik dan benar. Lakukan cek secara berkala untuk memastikan kondisi belut Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Customer Service - Online
Scroll to Top