Inilah! Tips Budidaya Kelinci Pedaging Bagi Pemula Agar Berjalan Mulus

Kelinci berasal dari keluarga Leporidae, usaha ternak kelinci pedaging kini cukup menjanjikan karena salah satu hewan yang jinak dan banyak permintaan daging kelinci di pasaran. Saat ini banyak rumah makan serta restoran yang menyediakan berbagai hidangan kelinci, maka dari itu banyak pembudidaya yang membudidayakan hewan satu ini. Selain dagingnya yang bisa di konsumsi ternyata bagian kulitnya juga dapat dimanfaatkan.

Hasil gambar untuk kelinci ternak hd
image via saranesia.id

Berikut adalah tips budidaya kelinci bagi pemula

1. Jenis kelinci yang akan di budidaya

Menentukan jenis kelinci yang akan di budidaya merupakan suatu hal yang penting karena jenis kelinci akan menentukan kualitas pada bagian daging, bulu, serta kulitnya. Tapi banyak peternak yang memilih jenis kelinci dengan keunggulan bagian dagingnya karena permintaan kelinci dipasaran untuk di konsumsi masih tinggi daripada permintaan bulu dan kulit untuk pembuatan wol masih dalam tahap berkembang.

Kita harus mengenal jenis-jenis kelinci agar kita dapat mengetahui jenis kelinci apa saja yang memiliki kualitas baik dan unggul. Contoh jenis kelinci pedaging yaitu flemish giant dan new zealand white.

2. Menyiapkan kandang

Ada dua jenis kandang yang biasa digunakan yaitu jenis terbuka dan tertutup. Kita dapat memilih sesuai kebutuhan dan ketersediaan lahan, pada tipe kandang terbuka biasanya memerlukan lahan yang sedikit luas. Karena kelinci akan dibiarkan berkeliaran di kandang dan biasanya hanya dibatasi dengan pagar.

Jenis kandang tertutup biasanya dipakai karena ketersediaan lahan terbatas. Maka para pembudidaya biasanya mengusung konsep minimalis kandang akan dibatasi oleh lantai, dinding dan atap dengan jarak yang terbatas tentunya.

3. Memilih indukan berkualitas

Memilih indukan kelinci dengan kualitas sangat baik tentunya penting, karena akan menentukan kualitas kelinci kedepannya. Berikut adalah ciri indukan kelinci yang memiliki kualitas baik

  • Bulu kelinci terlihat bersih dan harum terutama pada bagian sekitar kelamin
  • Bentuk punggung tidak cekung
  • Mata terlihat segar tidak lesu dan berair
  • Memiliki bentuk pinggul yang membulat penuh
  • Induk betina biasanya memiliki berat sekitar 4-5 kg, sedangkan jantan 3-4 kg
4. Pakan kelinci

Di alam liar mungkin kelinci hanya makan tumbuh-tumbuhan hijau. Berbeda jika kelinci budidaya biasa para pembudidaya akan memberi suplemen tambahan berupa vitamin dan konsentrat. Tumbuhan yang di gemari kelinci antaranya yaitu wortel, sawi, dan daun singkong. Bisa juga memakan rumput-rumputan dan sebagian buah-buahan seperti jagung dan pepaya.

Jika konsentrat biasanya berupa pelet produksi pabrik. Pemberian pelet bertujuan agar mudah dan praktis dalam pemberian pakan. Harga pelet memang cenderung lebih mahal namun memiliki sejumlah kandungan yang baik bagi kelinci. Memberi makan tumbuh-tumbuhan biasanya sudah dimulai sejak kelinci berumur 2 minggu secara dikit demi sedikit.

Pemberian jenis pakan juga sebaiknya diberikan jangan di waktu bersamaan, jadi dijadwalkan masing-masing. Misalkan konsentrat pada sore hari dan tumbuh-tumbuhan pada pagi, siang dan malam hari.

5. Berkembang biak

Dalam suatu budidaya kelinci kita perlu memerhatikan tahap berkembang biaknya suatu kelinci. Kelinci akan siap di kawinkan pada umur 6-12 bulan tergantung pada jenisnya. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan dalam mengawinkan suatu kelinci

  • Usia kelinci sudah dewasa/matang
  • Birahi kelinci berlangsung sekitar 11-15 hari
  • Masa kehamilan berlangsung selama 28-35 hari
  • Kelinci menyusui berlangsung selama 8 minggu
  • Kelinci dapat kawin kembali setelah 2 minggu paska melahirkan
  • Dalam setahun kelinci bisa hamil 5 kali dalam setahun
  • Masa produktivitas pada umur 1-3 tahun

Kelinci betina yang akan melahirkan biasanya akan menunjukan sifat aneh seperti terlihat agresif dan gelisah, suka menggosokan badannya ke benda di sekitar, vulva basah disertai warna kemerahan.

6. Panen

Kelinci jenis pedaging biasanya sudah bisa di panen jika menginjak usia 7-12 bulan. Pada usia tersebut berat kelinci sudah mencapai 10-15 kg sehingga sudah cukup besar dan dapat diolah dagingnya menjadi suatu hidangan.

Nah itulah tips budidaya kelinci bagi pemula, semoga dengan artikel ini bisa menambah pengetahuan teman-teman semua khususnya tentang budidaya kelinci. Saya ucapkan terima kasih karena telah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini. Jangan pernah bosan membaca yah!

(Giovani/dari berbagai sumber)

Leave a Reply

0
Scroll to Top