Hati-Hati! Pahami Gejala Keracunan Pada Sapi Berikut Ini!

Keracunan menjadi ancaman paling sering dan mengkhawatirkan saat beternak sapi. Penyebabnya bisa dari jenis pakan, pencemaran pestisida, jamur, racun timbal, dan masih banyak lagi. Apabila tidak segera ditangani racun yang masuk ke dalam tubuh bisa menginfeksi, bahkan sampai menyebabkan kematian. Tentu hal ini sangat merugikan peternak. Namun, seringkali peternak terlambat menyadari dan menganggapnya wajar. Kira-kira seperti apa gejala keracunan pada sapi? Silahkan baca artikel ini sampai akhir.

Gejala Keracunan Pada Sapi

Ada beberapa tanda klinis atau gejala keracunan pada sapi. Biasanya gejala tidak terjadi semuanya.

1. Suhu Tubuh Tinggi

Suhu sapi pada umumnya tidak sampai mencapai 39 derajat celcius. Akan tetapi ketika suhu sapi mencapai segitu atau bahkan lebih, sudah pasti suhunya sangat tinggi dan perlu untuk dikhawatirkan dengan segera memeriksakannya pada dokter hewan terdekat. Karena bisa jadi sapi tersebut mengalami keracunan, demam, atau yang lainnya.

2. Kotoran Berwarna Hitam Pekat

Ketika kotoran sapi berwarna hitam pekat, sudah seharusnya untuk dicurigai sebab tidak menutup kemungkinan jika sapi tersebut terserang bakteri atau virus yang mengganggu sistem pencernaannya.

3. Mata Memerah

Demam, juga mengakibatkan mata memerah. Bisa juga karena terjadi iritasi pada mata si sapi tersebut.

4. Air Seni Berwarna Kuning Pekat

Selain suhu tubuh, air seni juga merupakan salah satu yang dapat dilihat ketika ingin memeriksa kondisi seekor sapi. Pada umumnya air seni sapi yang sehat berwarna kuning muda, akan tetapi ketika warnanya menjadi kuning pekat bisa jadi ia terserang suatu penyakit.

5. Air Seni Berdarah

Tidak hanya kuning pekat, air seni yang berdarah pada seekor sapi sudah dapat dipastikan bahwa ia sedang tidak berada dalam kondisi sehat. Hal tersebut menunjukkan adanya masalah pada ginjal seekor sapi seperti terlukanya dinding ginjal. Jika hal ini tidak segera ditindaklanjuti maka akan mengakibatkan tidak optimalnya proses penyerapan makanan. Dan bahkan jika masih tetap dibiarkan bisa mengakibatkan hal yang fatal seperti kematian.

6. Kotoran Lunak Dan Berdarah

Ketika seekor sapi mengalami MCT alias mencret, itu menunjukkan adanya cacing yang menggerogoti sistem pencernaannya. Atau bisa juga dikarenakan oleh pergantian makanan yang tiba-tiba berubah. Tetapi ketika terdapat darah pada kotorannya, berarti sapi tersebut sedang dalam masalah berat sebab terinfeksi oleh bakteri atau virus.

7. Kotoran Berbau Tajam

Kotoran sapi yang berbau tajam dari biasanya juga perlu untuk diperhatikan karena bisa jadi dalam sistem pencernaannya terinfeksi bakteri/virus dan keracunan. Namun ketika memang diberi makanan yang berbau tajam maka tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi jika masih takut lebih baik diperiksakan.
Selain daftar di atas, ada juga gejala keracunan pada sapi lainnya yang tidak menutup kemungkinan akan dialami, seperti:

  • Hipersalifasi (keluarnya banyak air liur/busa)
  • Inkoordinasi gerak (kejang-kejang)
  • Perut kadang-kadang kembung (membesar) ketika keracunan urea misalnya
  • Depresi
  • Kehilangan selera makan
  • Hampir diare atau telah terkena diare
  • Mengalami kebutaan yang nyata
  • Kelakuannya aneh seperti gigi gerinda, kepala terayun, dan mata/telinga berkedut
  • Fraktur (retak/patah) di mulut
  • Tremor (gerakan tidak terkontrol seperti gemetar karena tegang emosional) otot
  • Jalan sempoyongan

Nah, itulah gejala keracunan pada sapi. Sebagai upaya mencegah keterlambatan penanganan, saat sapi menunjukkan salahsatu tanda klinis di atas, segera lakukan pertolongan pertama. Di antara tindakan paling mudah dan efektif adalah memberi air kelapa muda. Jadi, apakah sapi Anda kemungkinan mengalami keracunan?

Leave a Reply

0
Scroll to Top